You are here: Home » Berita » Bedah Buku Prof. Kaler, “Lanskap Budaya Subak”

Bedah Buku Prof. Kaler, “Lanskap Budaya Subak”

prof harry santoso

LPPM Unmas Denpasar menggelar acara Bedah Buku yang berjudul Lanskap Budaya Subak buah karya Prof. Sang Putu Kaler Surata, MS. pada Kamis, 22 Agustus 2013 yang bertempat di Gedung Widya Saba Universitas Mahasaraswati Denpasar. Adapun tujuan dari diselenggarakannya acara tersebut adalah memperkenalkan UNMAS PRESS sebagai unit penerbitan di lingkungan Unmas Denpasar, yang dapat dijadikan wahana untuk memfasilitasi dan mempercepat penerbitan berbagai karya dosen dan civitas akademika Unmas Denpasar dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu juga menganalisis buku terbitan pertama UNMAS PRESS (buku Lanskap Budaya Subak – red) sebagai bentuk koreksi dan inovasi, baik terhadap penerbit (UNMAS PRESS) maupun terhadap penampilan, materi dan manfaat buku itu sendiri. Diharapkan pula dapat memotivasi dosen dan civitas akademika Unmas Denpasar untuk segera menerbitkan buku, proseding dan modul melalui UNMAS PRESS.

para pembahas - bedah buku lanskap

Dihadirkan sebagai pembicara utama ialah bapak Dr. Ir. Harry Santoso dari Kemenhut dan sebagai pembahas yakni Ibu Prof Ir. I GA Ambarawati, MEc.,Ph.D., bapak Prof Dr. I Ketut Suma serta bapak Dr. Ir Alit Artawiguna. Acara yang diketuai oleh Drs. I Made Diarta, M.Si tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Unmas Denpasar yang diwakili WR IV yakni ibu DR. Ir. Nyoman Utari Vipriyanti, MS. dan didampingi oleh WR I, bapak Dr. A. A Gede Agung, M.Si serta WR II, bapak Ir. Nengah Subagia, M.T.,

Buku Lanskap Budaya Subak merupakan terbitan perdana Unmas Press. Buku setebal 187 halaman tersebut edisi perdana dicetak 3000 eksemplar yang dibiayai NAS (National Academics Science) USA. Semuanya dicetak berbahasa Indonesia untuk disebarkan ke Sekolah di Indonesia. Prof. Dr. Sang Putu Kaler Surata, M.S yang biasa disapa Prof. Kaler itu mengungkapkan lanskap budaya Subak di Bali sudah diterapkan. Namun implementasinya belum, khususnya bagi generasi muda. Beliau pernah men-survey 600 orang Guru dan Siswa, ditemukan ada tren penurunan kepedulian anak muda terhadap subak. Di pihak lain Subak sebagai Inti Budaya Bali. Maka dari itu Buku ini menjadikan subak sebagai media pembelajaran kontekstual.

peserta dan undangan bedah buku

WR II Unmas yang juga sebagai pengamat teknik, mengatakan Subak dari segi rumusan masih ajeg dan diakui dunia. Namun yang dikhawatirkan mulai berkurangnya tatanan yang terkait Subak. Karena Subak tidak bisa dilepaskan dengan lahan basah dan kering (sawah). Keberadaan lahan basah ini merupakan ancaman Bali akibat alih fungsi lahan oleh bisnis properti.  Maka dari itu Buku karya Prof. Kaler dinilai sangat bagus untuk menyelamatkan Subak. WR IV Unmas mengapresiasi bedah buku guna meningkatkan kualitas akademik kampus dan pada akhirnya berpengaruh pada kualitas output. Ini berarti Unmas Denpasar berkomitmen menegakkan pariwisata budaya.

Comments are closed.

Scroll To Top