You are here: Home » Berita » Unmas Denpasar Miliki Forum Bina Desa dan Desa Binaan

Unmas Denpasar Miliki Forum Bina Desa dan Desa Binaan

Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar satu-satunya PTS di Bali bahkan di Indonesia yang memiliki Forum Bina Desa. Forum ini merupakan perpanjangan tangan Rektor untuk menerjemahkan program pengabdian masyarakat secara terpadu.

Rabu tgl. 22 Mei 2013 Forum bina desa mengadakan lokakarya untuk memantapkan programnya di desa binaan, yakni desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku Bangli. Desa ini dijadikan desa binaan seetlah melalui pengkajian yang mendalam. Loka Karya dibuka oleh Rektor Unmas Denpasar, Tjok Istri Sri Ramaswati, SH., MM.

Ketua panitia yang juga ketua LPPM Unmas Denpasar, Prof. Dr. Sang Putu Kaler Surata, MS. mengatakan pada loka karya ini tim memaparkan rencana program tiap fakultas di desa binaan. Intinya Unmas ingin menekankan pengabdian berbasis penelitian dan pengembangan.

Dalam loka karya ini tim mengkoordinasikan semua kegiatan di unit (fakultas) agar mengacu pada indikator yang ditetapkan secara berkesinambungan. Desa binaan ini mulai digarap tahun 2013-2016.

Prof Kaler mangatakan bahwa selama ini semua fakultas dan unit-unit memiliki program pengabdian secara parsial. Dengan hadirnya forum bina desa ini akan menjadi think tank untuk mencapai sembilan indikator isu nasional. Forum ini akan mengarahkan program pengabdian Unmas yang meliputi empat bidang utama sesuai sasaran MDG€™s yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Program ini menyasar KK yang telah menerima bedah rumah di Desa Peninjoan sebagai pilot project.

Di samping menyasar sembilan isu nasional diantaranya juga yang relevan dengan desa binaan yaitu ketahanan pangan, mendorong pangan lokal, energi terbarukan, seni budaya dan lain-lain. Oleh sebab itu dana pengabdian bisa dicari dari internal dan hasil penelitian dosen dan mahasiswa dari pihak luar.

Rektor Unmas Tjok Istri Sri Ramaswati, SH., MM saat membuka Loka Karya mengatakan dengan Forum Bina Desa diharapkan semakin cepat desa binaan itu mandiri. Maka dar itu Rektor mengharapkan tim melakukan observasi yang intens dan evaluasi yang berkelanjutan. Rektor mengharapkan forum ini mengadakan program sesuai dengan kondisi desa, SDM dan potensi ekonominya. Tunjukan kepada masyarakat bahwa Unmas bukan PTS kelas dua. Ini artinya Unmas Denpasar memiliki kesempatan untuk bersaing dengan PTN dalam program pengabdian masyarakat.

Ke depan Unmas Denpasar akan memiliki unit Community Service Research Based Learning. Dia menekankan Unmas Denpasar harus memiliki program Tri Darma PT yang terkoordinasi dan hasilnya mahasiswa dan dosen bisa diimplementasikan di desa binaan. Dengan demikian pemecahan masalah di desa lebih efektif. (ast)

Comments are closed.

Scroll To Top