Air limbah domestik yang tidak dikelola secara memadai dapat mengancam kualitas perairan, khususnya di kawasan permukiman padat dan destinasi pariwisata. Air olahan yang tampak jernih belum tentu terbebas dari amonium dan fosfat. Dalam konsentrasi tinggi, kedua nutrien tersebut dapat memicu eutrofikasi yang ditandai oleh pertumbuhan alga dan eceng gondok, penurunan oksigen terlarut, serta terganggunya fungsi ekologis perairan.
Buku ini membahas pemanfaatan biochar sebagai adsorben untuk penyisihan sekaligus pemulihan nutrien dari air limbah. Uraiannya mencakup landasan konseptual, pembuatan dan aktivasi biochar, adsorpsi dalam sistem batch, penerapan pada air limbah domestik nyata, filtrasi kontinu, serta pemanfaatan biochar pasca-adsorpsi sebagai pembenah tanah. Pembahasan dalam buku ini mengikuti dua jalur yang saling melengkapi. Jalur pertama memanfaatkan sampah organic keras dan bahan terkait refuse-derived fuel (RDF) sebagai bahan baku biochar. Material tersebut diaktivasi menggunakan magnesium untuk meningkatkan kemampuannya dalam menangkap amonium dan fosfat, kemudian diolah menjadi granul pembenah tanah setelah proses adsorpsi. Jalur kedua membahas filter biochar berskala laboratorium yang dioperasikan secara kontinu menggunakan air limbah domestik nyata. Kedua jalur ini membentuk rangkaian pemanfaatan sumber daya, mulai dari pengolahan limbah biomassa, pemulihan nutrien, dan perbaikan kualitas air hingga pengembalian material kaya nutrient ke tanah.